Friday, 1 January 2016

Perbandingan Kualitas Keyboard Menurut Pandangan Amatir Saya hehe

Salam.
Perkenalkan sebelumnya, saya Rendi mahasiswa baru di Kota Jember. Ditengah kesibukan saya sebagai pelajar sy masih menyempatkan diri untuk menggeluti hobi musik saya, terutama keyboard atau orang bilang piano,orgen,kibot atau apa lah :D
Meskipun sy orang yang awam di dunia musik tapi diam diam sy juga mengamati kualitas dari alat musik tersebut mulai dari pengoperasiannya, desain, dan kualitas suaranya. Merek-merek yang pernah saya coba antara lain Yamaha, Korg, Roland, Casio, Medeli. Dari saya kelas 3 SD sudah pernah coba puluhan tipe keyboard dari merek merek tersebut hehe. Ada yang saya rasa mantab, ada juga yang masih kurang nendang suaranya.

Yang pertama saya ulas adalah merek Yamaha. Merek ini paling banyak tipe yang sudah saya coba antara lain
PSR 173 340 350 450 550 520 620 730 s710 s910 s750 e203 e433
dari pengalaman saya coba tipe diatas saya puas dengan desainnya, user interfacenya, penggunaannya mudah dipahami, sound pianonya bagus. Mekipun agak tipis, tapi natural, tutsnya juga nyaman. Dari segi body keyboard yamaha desainnya paling bagus menurut saya, bobotnya juga ringan. Namun ada juga kekurangannya, untuk tipe lama suara akustiknya 'lucu' menurut saya. Style etnik Indonesia seperti campursari dan dangdut kurang beragam dan sound kendang, tabla kurang menarik menurut saya, kecuali tipe S750 yang sudah support sampling.

KORG
Tipe korg yang sudah pernah saya coba PA500 Pa50 Pa50SD
Pertama saya pegang keyboard korg ketika kelas 3 SMP. Pertama saya coba pa500, saya langsung kagum dengan fiturnya yang sudah support SD card dan touchscreen. Ketiga tipe korg diatas memiliki kualitas suara yang cenderung sama. Suaranya nendang, style dangdutnya OK dan beragam, mudah dicari. Keyboard korg ini dijual dengan harga yang relatif terjangkau jika kita lihat kemampuannya.

to be continued

Program Mencari Nilai Faktorial Bahasa C

--#include
#include
int n;
int faktorial (int a);

void main ()
{
clrscr();
printf(" Menghitung nilai faktorial n! \n n=");
scanf("%d",&n);
printf(" n! = %d",faktorial(n));
getch ();
}

int faktorial(int a)
{
if ((a==0) || (a==1))
return 1;
else
return a*faktorial (a-1);
}

Fungsi Dengan Nilai Balik Bahasa C

--#include
#include
int kuadrat(int a);
void main()
{
clrscr();
for (int bil=2; bil<20 bil="" p=""> {
printf("\t%d",bil);
printf("\t%d\n",kuadrat(bil));
}
for (int bil2=1; bil2<10 bil2="" p=""> {
printf("\t%d",bil2);
printf("\t%d\n",kuadrat(bil2));
}
getch();
}

int kuadrat(int a)
{
int z;
z=a*a;
return(z);
}

Fungsi Tanpa Nilai Balik di Bahasa C


-#include
#include
void garis();
void main()
{
clrscr();
garis();
printf("Judul Buku \t\t\t Pengarang   \n");
garis();
printf("Pemrograman C++ \t\t Abdul Kadir\n");
printf("Pengolahan Citra Digital \t Ahmad Zakiy\n");
printf("Visual Basic \t\t\t M. Toha\n");
garis();
getch();
}

void garis()
{
int i;
for (i=0; i<50 i="" p=""> printf("-");
printf("\n");
}

Program Membuat Persegi / Persegi Panjang Bahasa C

//NAMA : RENDI ADIANSA
//NIM : G41151090
//ABSEN : 27
#include
#include
int a,p,l,x,y;
luas();
luas()
{
a=p*l;
printf("%d",a);
}

void main ()
{
clrscr();
printf("Membuat Persegi Panjang\n");
printf("Masukkan panjang persegi\t: ");
scanf("%d",&p);
printf("Masukkan lebar persegi\t\t: ");
scanf("%d",&l);
printf("Luas bidang persegi\t\t: ");
//hasil perhitungan luas persegi
luas();
printf("\n");
//gambar persegi
{
//bagian atas
{
printf("|");
{
for(x=0; x printf("-");
}
printf("|\n");

}
//bagian tengah
{
for(y=2; y
{
printf("|");
{
for(x=0; x printf(" ");
}
printf("|\n");
}
}
//bagian bawah
{
printf("|");
{
for(x=0; x printf("-");
}
printf("|");
}
}
getch();
}

Friday, 9 October 2015

Membuat Program Sederhana Menggunakan Turbo Pascal

1. Kalkulator Penghitung Berat Badan

CARA PENULISAN SYNTAX :
program beratbadan_ideal;
uses crt;
var
   bb,tb,bi,tr,nk:real;
const
     pembatas='*********************************************';
begin
clrscr;
       writeln('SELAMAT DATANG DI PROGRAM ANALISA BERAT BADAN');
       writeln('BY RENDI ADIANSA G41151090');
       writeln('Golongan C Prodi Rekam Medik');
       writeln(pembatas);
       writeln;
       write('Masukkan tinggi tubuh Anda [cm] : '); readln(tb);
       write('Masukkan berat badan Anda  [kg] : '); readln(bb);
       bi:=tb-110;
       write('Berdasarkan perhitungan umum, maka berat badan anda dinyatakan ');
       if bb>bi then
          begin
          writeln('BERLEBIHAN');
          write('Seharusnya, berat badan anda : ');
          writeln(bi:2:0);
          tr:=bb-bi;
          write('Anda kami sarankan untuk menurunkan berat badan anda seberat : ');
          write(tr:0:0);
          end
       Else
           if bb
           begin
           writeln('KURANG');
           write('Seharusnya berat badan anda : ');
           writeln(bi:2:0);
           write('Anda kami sarankan untuk meningkatkan berat badan anda seberat : ');
           nk:=bi-bb;
           write(nk:0:0);
           end
           else
           write('IDEAL, pertahankan!');
readln;

end.



HASIL PROGRAM

PENJELASAN
Program ini menggunakan fungsi IF THE ELSE.
Pertama kita membuat kuisioner pada program yaitu dengan input Tinggi badan dan berat badan. Lalu kita hitung dengan rumus berat ideal = tinggi badan-110. Setelah itu kita masukkan pada logika apakah berat badan > berati ideal? jika ya berarti berat badan dinyatakan berlebihan. Jika tidak apakah berat badan < berat ideal? jika ya berat badan dinyatakan kurang. Jika tidak maka dinyatakan ideal.

Tulisan ini terinspirasi dari tugas mata kuliah saya saat ini yaitu Pemrograman Dasar di prodi Rekam Medik POLITEKNIK NEGERI JEMBER.

Terimakasih kepada :
Dosen Pembimbing, Ibu Sustin Farlinda, S.Kom, M.Kom.



Tuesday, 4 August 2015

Karakteristik dan Strategi 'Menghajar' SOAL SBMPTN

Halo readers... Kalian pejuang SBMPTN tahun 2016? Nih saya bagikan beberapa karakteristik plus strategi soal SBMPTN yang terkenal 'tingkat dewa' hehe...

1. Soal SBMPTN TKD Saintek dan Soshum lebih sulit daripada soal TPA.

2. Penyumbang terbesar dalam skor seleksi SBMPTN adalah soal TKD, dengan porsi sampai dengan 70%

3. Meskipun soal TKD memiliki porsi hingga 70%  dalam seleksi, kenyataannya justru banyak yang lolos seleksi karena nilai TPA yang maksimal atau bahkan mendekati sempurna.

4. Meskipun memiliki tingkat kesulitan yang super tinggi, soal TKD pasti ada beberapa yang sangat mudah. Untuk soal yang sangat mudah kalian wajib menjawab benar, karena ini kesempatan buat kalian untuk menambah skor. Pada saat saya tes SBMPTN, setiap sub tes ada saja yang sangat mudah. Matematika 1 soal, Fisika 4 soal, Kimia 4 soal, Biologi 4 soal dari keseluruhan 60 soal.

** Soal matematika yang sangat mudah biasanya diambil dari materi deret geometri, dan transformasi. Untuk soal semacam ini tidak memerlukan rumus yang sulit, bahkan digambar saja sudah bisa menyelesaikan soal tersebut.

*** Soal fisika yang sangat mudah biasanya diambil dari  materi GLBB, Gerak parabola, Kinematika Gas, dll. Karakteristik soal ini biasanya hanya perlu memasukkan angka ke dalam rumus dan langsung ditemukan jawabannya.

**** Soal kimia yang sanagat mudah biasanya diambil dari materi Sifat koligatif, Ksp, Titrasi, pH asam basa dll. sama dengan fisika soal tipe ini hanya bermain angka dan rumus saja.

***** Soal bilogi yang tingkat kesulitannya rendah atau sangat mudah biasanya diambil dari materi simbiosis, identifikasi fungi, karakteristik virus dan bakteri, ekologi, dll.

5. Jika soal terbilang sulit jangan panik terlebih dahulu. Pahami kalimat soal lalu pikirkan fakta-fakta yang berhubungan dengan soal yang dimaksut. Jika kamu tidak bisa menemukan jawaban yang benar, coba cari jawaban yang menurutmu salah. Lalu pertimbangkan dengan cermat dan yakin. Jika tidak? TINGGALKAN.

6. Untuk sub tes matematika fisika dan kimia yang membutuhkan rumus, kebanyakan tidak langsung to the point, melainkan harus menggabungkan dari beberapa teori dan rumus. Ibarat perjalanan dari kota A ke kota B, kamu ga lewat jalan raya, melainkan jalur alternatif, gang-gang sempit dan sebagainya. Jadi kamu gak mungkin belajar hanya dengan sebulan bahkan semalam :D setidaknya butuh satu semester untuk latihan soal SBMPTN.

7. Manajemen waktu sangat penting. Beri target waktu pengerjaan setiap soal, jangan sampai terlalu fokus ke soal yang sulit sehingga soal yang mudah lupa tidak dikerjakan. Akhirnya kehabisan waktu deh.

8. Jangan terpengaruh tetangga saat tes :D lirik kanan lirik kiri dapat mempengaruhi percaya diri dan konsentrasi.

Monday, 3 August 2015

Cerita Memilukan Seleksi Beasiswa BIDIK MISI

Salam...
Cerita ini saya dapatkan dari ibu saya yang pernah bertemu dengan seorang karyawan sebuah instansi di Jember. Saat itu ibu saya sedang jalan-jalan di kota Jember, dan tidak sengaja bertemu dengan bapak-bapak yang saya sebutkan karyawan tadi. Dari ketidaksengajaan itu, entah apa yang menyebabkan tiba-tiba ada percakapan tentang perkuliahan, dan lebih spesifiknya tentang beasiswa bidikmisi. Singkat cerita bapak tersebut bercerita keluh kesah tentang nasibnya, nasib anaknya terutama. Beliau memiliki seorang putra yang sangat pandai dan bisa dikatakan cerdas. Semasa sekolah, anaknya selalu aktif dalam mengikuti kegiatan pelombaan akademik baik tingkat provinsi maupun nasional. Berbagai medali emas sudah sering ia sabet. Nah, dari salah satu perlombaan yang ia menangkan, dia bertemu dengan seorang dosen yang menjanjikan freepas masuk salah satu PTN yang sangat favorit dan bagus di mata masyarakat. Siapa juga yang tidak mau masuk PTN itu tanpa tes tanpa ribet langsung masuk saja. Sang anak mengutarakan keinginannya masuk PTN tersebut pada bapaknya, dia juga menjelaskan kalau masuk PTN itu tanpa tes, sudah dapat freepas imbuhnya. Sang bapak yang sangat bangga tadi bertanya pada anaknya, apakah dia juga mendapat beasiswa? ternyata tidak. Anaknya hanya mendapat freepass masuk PTN itu saja, tanpa beasiswa (reguler). Bapaknya memperhitungkan biaya kuliah anaknya, sudah jauh dari tempat tinggal, UKTnya pun mahal. Sebagai orang tua tentu sedih jika dihadapkan dengan permasalahan tersebut. Karena tak ingin membebani orang tua, sang anak mendaftar beasiswa Bidikmisi dari Dikti. Namun, beasiswa itu ditolak. Tak heran sang bapak mengaku bahwa ia memiliki rumah yang cukup bagus, listriknya pun bedaya besar, 1300watt. Besar kemungkinan bahwa bidikmisinya ditolak karena hal tersebut. Sang bapak kebingungan dengan kenyataan itu. Ia menjelaskan bahwa pendapatannya saat ini belum mencukupi untuk kebutuhan kuliah anaknya, lahwong untuk kebuhan sehari-hari keluarganya sudah kesulitan. Di instansi tersebut ia mendapat gaji Rp. 900.000,00 setiap bulannya, dan ditambah pendapatan istrinya yang berjualan kue. Jika anda mendengar cerita tersebutl, dalam hati pasti anda bertanya "dengan penghasilan sekecil itu bagaimana bisa punya rumah bagus, listriknya besar pula?". Tanpa terlontar pertanyaan tersebut dari ibu saya. Bapak itu menambahkan sendiri, bahwa ia dulu pernah bekerja di perusahaan otomotif asal jepang, gajinya sangat banyak. Dari tabungannya saat bekerja tersebut dia membangun rumah bagus itu. Ia mampu membeli beberapa kendaraan roda dua. Tapi sayangnya beberapa tahun kemudian ia terkena PHK dari perusahaan, dan tidak mendapat pekerjaan lain lagi, kecuali di instansi tempat Ia bertugas saat ini.

Mungkkin inilah letak kelemahan persyaratan beasiswa bidikmisi, mengingat harta fisik yang dimiliki saat ini ternyata belum tentu mencerminkan kondisi ekonomi terbaru. Bisa saja memiliki rumah bagus namun sebenarnya income yang didapat sangat minim.

Wednesday, 29 July 2015

Kegiatan yang Keren dan Cocok untuk Mengisi MOS ( Masa Orientasi Siswa )

Halo halo hai..
Kalian yang udah SMA atau SMP, pasti penah mengalami yang namanya MOS. Bagaimana pengalaman MOS mu? Menyenangkan? atau malah menjengkelkan? kalau saya ada senang ada jengkelnya juga. Senangnya bisa kenal dengan teman baru, kakak kelas, lingkungan, dan guru-guru serta karyawan. Jengkelnya? jadwalnya padat, pulang sore, banyak tugas, banyak barang bawaan yang sebenernya gak penting sama sekali. Bawa makanan? ujung-ujungnya juga gak kemakan, eneg sama seniornya hehe :D Kali ini saya akan menuliskan isi kepala saya, yaitu seperti judul di atas, " Kegiatan yang Keren dan Cocok untuk Mengisi MOS ( Masa Orientasi Siswa ) ". Oke langsung saja...

Yang pertama adalah Kerja Bakti. Yups kerja bakti atau istilah gampangnya bersih bersih sangat banyak manfaatnya loh. Hampir semua aspek ada manfaatnya. Misalnya, dari segi kebersihan, tentu lingkungan akan semakin bersih dan bebas dari sampah maupun kotoran. Dari segi keindahan lingkungan terlihat semakin rapi dan enak dilihat. Selain itu ada juga menumbuhkan rasa kebersamaan, karena dilakukan bersama teman seperjuangan. Eits, masih ada bonusnya lagi yaitu SEHAT !!! selain karena faktor lingkungan, kerja bakti juga membutuhkan tenaga, otomatis kalori terbakar tuh. Cocok banget bagi cewek yang rempong masalah berat badan hehe, rajn rajin aja kerja bakti.

Yang kedua adalah GAMES. Biasanya anak anak baru suka sama yang ginian :D apalagi kalau gamesnya jenis baru dan belum pernah pernah dilakukan sebelumnya. Manfaat dari kegiatan ini adalah siswa baru diajarkan koordinasi dengan temannya. Selain itu ada unsur hiburan dalam kegiatan ini.

Yang ketiga adalah ajang apresiasi seni. Kakak kakak panitia MOS bisa juga mengadakan sub acara ini. Cukup sederhana saja, tidak perlu bermewah mewahan supaya biayanya irit, kalau mau bagus gapapa juga sih biar meriah :D Siswa baru dibentuk kelompok lalu diperintahkan untuk memberikan sebuah pertunjukan atau karya seni yang telah mereka siapkan sebelum tampil. Bisa dalam bentuk seni rupa (jarang sih) seni tari, seni musik, drama, musikalisasi puisi, dll. Selain terhibur, bakat dari siswa barupun dapat tersalurkan dngan baik.

Yang keempat adalah bakti sosial atau baksos. Ajak siswa baru untuk peduli terhadap sesama. Kakak kakak panitia dapat meminta sumbangan atau barang bekas dari siswa baru yang sekiranya tidak memberatkan, lalu mengajak mereka untuk berkeliling ke sekitar lingkungan sekolah untuk mendistribusikan sumbangan mereka :) .


Sekian, dan terima kasih :D :D :D
Rendi Adiansa

Tuesday, 28 July 2015

Mitos - Mitos tentang SNMPTN dan SBMPTN

Salam..
Halo adik-adik SMA yang sedang ingin melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Pada postingan ini saya akan bercerita tentang mitos-mitos tentang SNMPTN dan SBMPTN. Dasar dari saya mengatakan mitos adalah pengalaman dan pengamatan saya sendiri. Oke langsung saja saya mulai ya..

A. Mitos - Mitos SNMPTN
1. Menentukan jurusan dan prodi harus berdasar nilai yang menonjol di rapor.
Maksut poin ini adalah, jika kamu mau menentukan prodi di PTN kamu harus menghitung nilai rapormu. Mana yang lebih bagus dari semua nilai. Misalnya kalau rapormu bagus di Matematika dan Fisika kamu disarankan memilih prodi yang ada hubungannya dengan tehnik atau ilmu hitung lainnya. Hal ini bisa saya katakan ada benarnya, namun pada kenyataan saat SNMPTN bisa saja berbeda. Meskipun nilaimu ekstrim di Matematika dan Fisika terkadang justru tidak diterima, dan temanmu yang unggul di Biologi dan Kimia justru diterima. begitu juga sebaliknya. Contoh yang lain adalah, teman saya nilai biologi dan kimia mendekati KKM, akan tetapi justru dia diterima di prodi yang ada hubungannya dengan Medis,Kesehatan,Farmasi yang katanya nilai Biologi dan Kimianya harus sangat baik.

2. Mengurutkan berdasar passing grade
Hal ini sangat disarankan baik di bimbel maupun sekolah. Poin ini sangat perlu di terapkan di SBMPTN namun kurang pas jika diterapkan di SNMPTN. Karena apa? kecil kemungkinan peserta seleksi diterima pada universitas pilihan kedua. Meskipun bisa, namun sangat kecil kemungkinan karena kebanyakan PTN sudah over kuota dan tidak mau berspekulasi mencari peserta seleksi berkualitas yang menepatkan PTNnya pada pilihan kedua. Sebaiknya pilih saja sesuai kemampuan dan keinginanmu, jika kamu berpotensi besar untuk lulus di suatu PTN, maka letakkan saja pada pilihan pertama. Jangan lagi mencari pilihan yang peminat lebih banyak dan favorit lalu kamu letakkan di pilihan pertama, sedangkan PTN yang berpotensi besar menerimamu kamu letakkan di pilihan kedua. Jika seperti itu kecil kemungkinan kamu dapat diterima.

B. Mitos - Mitos SBMPTN
1. Ada subtes yang tidak diisi atau minus maka peserta mutlak tidak diterima SBMPTN
Ini bisa jadi saya katakan mitos, karena apa? pada saat tes SBMPTN kemarin ada subtes yang tidak saya isi atau diisi namun ragu, ternyata saya tetap bisa lulus SBMPTN.

2. Lokasi tes semakin dekat dengan kota besar, soal semakin sulit
Hmm.. ini benar - benar mitos, nyatanya baik di Jakarta maupun Jember sekalipun bobot soal tidak jauh berbeda, bahkan tipe soalnya sama persis. Iya kan?

Demikian postingan saya kali ini. Saya susun berdasar pengalaman dan pengamatan saya, perbedaan dapat saja terjadi di lapangan. Semoga bermanfaat. Aamiin.